“Fokus perhatian pemerintah dalam empat tahun terakhir bukan hanya pembangunan infrastruktur. Sebagai negara dengan jumlah penduduk hampir 260 juta jiwa, kita percaya bahwa masa depan Indonesia terletak pada kemampuan kita untuk mempersiapkan manusia Indonesia yang maju dan unggul. Selama ini, kita sering bicara tentang kekayaan Sumber Daya Alam, tapi kita seakan lupa bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk Sumber Daya Manusia. Inilah yang sesungguhnya modal terbesar dan terkuat yang harus kita miliki.”

Begitulah kutipan Pidato Kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR 2018 pada hari Kamis (16/8/2018) di Ruang Sidang Paripurna, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta.

Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma) Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15

Kualitas Sumber Daya Manusia merupakan faktor utama yang diperlukan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Salah satu program penting dalam upaya peningkatan kualitas SDM adalah pembangunan gizi masyarakat. Gizi yang baik akan menghasilkan SDM yang berkualitas yaitu sehat, cerdas, dan memiliki fisik yang tangguh serta produktif.

Dalam Pidato tersebut juga disebutkan bahwa “Kita persiapkan manusia Indonesia menjadi manusia yang unggul, sejak dalam masa kandungan sampai tumbuh secara mandiri, untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya. Kita bekerja memastikan bahwa setiap anak Indonesia dapat lahir dengan sehat, dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, bebas dari stunting atau tumbuh kerdil”.

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya untuk memperoleh tumbuh kembang bayi yang baik. ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya dan mengandung zat antibodi untuk kekebalan tubuh bayi.

Makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui mempengaruhi ketersediaan dan  kualitas  ASI yang dihasilkan. Namun, produksi ASI yang tidak mencukupi sering menjadi kendala utama dalam pemberian ASI ke anak. Produk berbahan daun torbangun dapat menjadi makanan tambahan untuk ibu menyusui dalam upaya meningkatkan produksi ASI-nya.

Daun torbangun merupakan kekayaan alam Indonesia yang memiliki manfaat begitu besar, baik untuk meningkatkan produksi ASI maupun pengobatan penyakit. Hal ini dapat mendukung upaya pembangunan gizi masyarakat Indonesia sehingga dapat tercipta SDM yang berkualitas. (IFR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here