Daun Torbangun, solusi ASI booster tanpa harus ke dokter dalam mewujudkan kesehatan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik

0
381

Air susu ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh sang ibu yang kemudian diberikan kepada bayi sebagai sumber zat gizi utama. Asi memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, terutama di periode 0-24 bulan. ASI juga sangat cocok dengan sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna karena kandungan ASI akan berubah seiring kebutuhan bayi dan petumbuhannya. Keterbatasan produksi ASI yang tidak mencukupi merupakan sebuah permasalahan yang sering terjadi pada ibu saat masa awal menyusui.

Penyebab ASI yang terbatas tersebut terjadi karena berbagai faktor, diantaranya dari cara menyusui yang salah, faktor psikologis ibu, asupan gizi ibu, kondisi bayi, efek samping obat-obatan, dan sebagainya. Untuk memperlancar ASI, tidak selalu harus ke dokter. Memang, jika ke dokter, pastinya akan diberi obat. Tapi ibu juga harus berpikir kritis bahwasanya dengan sering mengonsumsi obat-obatan kimia saat menyusui, di khawatirkan akan memberikan efek buruk kepada bayi, sebab obat-obat tersebut nantinya akan terdistribusi ke bayi melalui ASI. Namun, masalah ini dapat diatasi melalui sebuah tanaman jenis obat-obatan yang bernama “Torbangun”.

Torbangun (Coleus amboinicus L.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang memiliki banyak fungsi. Di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, daun Torbangun dikonsumsi oleh para ibu setelah melahirkan dan menyusui karena daun Torbangun dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI. Selain itu, juga terdapat laktogogum yang mampu meningkatkan produksi ASI lebih banyak jika dibandingkan menkonsumsi suplemen pelancar ASI. Kualitas ASI seperti kandungan zat besi, seng dan kalium juga lebih unggul dibandingkan dengan Ibu yang menkonsumsi suplemen lain sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi. Pemberian 150 gram daun segar pada ibu menyusui dapat meningkatkan volume ASI sebesar 65% dan meningkatkan berat badan anak dari hari ke-14 hingga ke-28. Tanaman ini dapat dijumpai hampir diseluruh wilayah Indonesia dengan berbagai nama. Di daerah Sumatera, torbangun dikenal dengan nama bangun-bangun, daun jinten (Jawa), ajeran (Sunda), majhanereng (Madura), iwak (Bali), golong (Flores), dan kumuetu
(Timor).

Hasil penelitian oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), Fakultas Ekologi Manusia, yang telah dimuat dalam Jurnal gizi pangan, ISSN : 1978-1059 pada juli 2015, menyatakan bahwa “pemberian makanan tambahan yang mengandung tepung torbangun kepada ibu menyusui berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bayi berdasarkan parameter waktu yang dibutuhkan untuk peningkatan kembali berat badan lahir (regain birth-weight) yang berdasakan lingkar kepala bayi. Rata-rata waktu yang diperlukan oleh bayi yang ibunya mengonsumsi produk yang mengandung tepung torbangun untuk kembali mencapai berat badan lahir lebih singkat dua hari dibandingkan rata-rata waktu yang diperlukan bayi yang ibunya mengonsumsi produk tanpa tepung torbangun.

Yuk mengonsumsi torbangun, tanaman yang kaya manfaat dan menjadikanmu sehat serta sukses mewujudkan kesehatan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Oleh : Fathira Armanda

Editor : Liza Dwi Wahyuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here