Keluarga merupakan satu organisasi sosial yang paling penting dalam kelompok sosial dan keluarga merupakan lembaga di dalam masyarakat yang paling utama bertanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan sosial dan kelestarian biologis anak manusia (Adibah 2016). Pada hakikatnya orang tua merupakan pembimbing dan pendidik dalam keluarga yang pertama dan utama bagi anak–anaknya. Oleh karena itu, merekalah yang mula–mula menerima kewajiban dan tanggung jawab atas pemeliharaan dan pendidikan putra– putrinya (Kirom A 2014).

Membangun sebuah keluarga yang harmonis tidak hanya bermanfaat untuk hubungan antara suami dan istri saja, hubungan suami istri menjadi awet dan aman dari hiruk pikuk perceraian. Tetapi keharmonisan rumah tangga lebih dari itu adalah sangat baik dan menjadi faktor penentu untuk perkembangan dan masa depan anak. Keharmonisan keluarga itu akan terwujud apabila masing-masing unsur dalam keluarga itu dapat berfungsi dan berperan sebagimana mestinya dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama kita, maka interaksi sosial yang harmonis antar unsur dalam keluarga itu akan dapat diciptakan.

Berkaitan dengan hubungan orang tua dan anak, menutut Puspitawati H (2018) beberapa tanggung jawab dan tugas orang tua sebagai ayah dan ibu adalah sebagai berikut.
1. Pemeliharaa merupakan tugas dasar orang tua terhadap anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
2. Membimbing anak-anak untuk melatih moral dan kebiasaan hidup secara mendasar.
3. Mendisiplinkan anak adalah tugas berat orang tua dengan menerapkan pujian dan hukuman agar dapat memenuhi perilaku standar minimum yang diterapkan oleh norma masyarakat.
4. Membantu anak untuk dapat berfungsi lebih dari sekedar mempertahankan hidup dasar.
5. Mencintai dan menghargai anak yang merupakan ide modern.

6. Melepaskan anak untuk pergi, tidak hanya pergi meninggalkan rumah, tetapi juga siap pindah ke luar rumah apabila sudah siap.

Dalam sebuah keluarga harmonis anak-anak akan merasa nyaman dan terbuka untuk berbagi segala hal. Jika demikian orang tua bisa memantau pergaulan dan aktivitas anak secara tidak langsung melalui cerita-ceritanya. Selain itu, manfaat keluarga harmonis terhadap psikologi anak adalah membuat anak tetap ceria. Mereka tidak akan mencari kesenangan di luar keluarga, karena keluarga yang dimilikinya sudah cukup membuat dirinya merasa aman, nyaman, dan tenang.

Mereka akan tumbuh sebagai remaja-remaja yang kekurangan kasih sayang. Anak- anak perempuan mencari kasih sayang dari anak-anak cowok yang sebenarnya mereka beli rokok pun dari uang jajan. Bahkan bisa jadi merupakan sosok-sosok yang kekurang kasih sayang didalam keluarganya.

Menurut Kirom A (2014) untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis ada beberapa hal yang harus diusahakan oleh setiap anggota keluarga, antara lain:

a) Berlandaskan kepercayaan atau iman yang kuat Banyak orang tidak dapat merasa tenang, gusar, dan gelisah dikarenakan tidak memiliki iman atau kepercayaan. Keimanan merupakan syarat utama bagi seseorang dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis. Keimanan ini menuntun perlaku manusia menuju kebaikan, dengandemikian kuat lemahnya imans eseorang tentu berpengaruh terhadapkadar kebahagiaan hidupnya  didalam rumah tangga.

b) Punya rasa tanggung jawab dan perhatian Apabila tiap-tiap anggota keluarga sudah tahu dan menjalankan tugas kewajibanya masing-masing menurut aturan-aturan yang berlaku dalam keluarga itu, akan tercapailah ketertiban dan kesenangan serta ketentraman
dalam keluarga itu. Sebenarnya tanggung jawab merupakan sifat kedewasaan, rumah tangga akan lancar apabila setiap anggaota keluarga melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Rasa bertanggung jawab juga harus dipadukan dengan rasa penuh perhatian. Karena ketika seorang suami bertangung jawab akan tepati tidak perhatian, maka ia hanya kan sibuk dengan pekerjaannya dengan alasan bertang jawab. Oleh karena itu, perhatian diperlukan karena dengan adanya sikap bertanggung jawab dan saling perhatian akan timbullah keharmonisan keluarga.

c) Saling adanya pengertian dan memaafkan Pengertian dari setiap anggota keluarga akan mengurangi timbulnya masalah-masalah di dalam keluarga. Semua persoalan yang terjadi di dalam rumah tangga yang dapat menimbulkan percekcokan akan dapat diatasi apabila setiap anggota keluarga saling menyadari dan menanamkan saling pengertian. Namun, ketika pertengkaran sudah terjadi pasti akan timbul rasa jengkel, kesal, dan kemarahan. Sehingga untuk menyelesaikan hal seperti ini diperlukanadanya salaing memaafkan, dan tentunya harus ada yang mengalah. Dan itulahyang bijaksana dalam ketercapaian keluarga yang harmonis.

d) Kasih sayang dan komunikasi Dengan adanya kasih sayang antar anggota maka akan terjalin hubungan emosional yang kuat sehingga terjalin pula keharmonisan keluarga. Dan
dengan komunikasi yang baik, masalah akan cepat terselesaikan. Karena jika tidak ada komunikasi, masalah sekecil apapun akan menjadi besar dan bertambah kacau. Oleh karena itu, komunikasi yang baik akan membantu menjalin dan menjaga keharmonisan keluarga.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pendidikan dalam keluarga yang diberikan orang tua terhadap anak-anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan perhatian orang tua akan memicu perkembangan anak kearah positif. Oleh karena itu, keluarga yang harmonis yang penuh kasih sayang dan perhatian orang tua harus diupayakan demi kebaikan perkembangan anak.

Oleh : Laeli Rahmawati (I24180026) – Institut Pertanian Bogor

Daftar Pustaka

Adibah. 2016. Pengaruh keharmonisan keluarga terhadap prestasi belajar siswa di
mts ar-raudloh sidodadi sukosewu bojonegoro. Elpeduaem. 3(1): 38-48.

Kirom A. 2014. Pengaruh keharmonisan keluarga terhadap prestasi anak [makalah].
Malang: Universitas Negeri Semarang.
Puspitawati H. 2019. Pengantar Sudi Keluarga Edisi Revisi. Bogor (ID): IPB Press.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here